Senin, 26 Desember 2011

Satu Hari Bersama Bapak Nanang Mubarok


Subhanallah.. semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat bermanfaat untuk kami:)

Semua penasaran, siapa Nanang Mubarok? Siapakah dia? Saya dan teman-teman yang diikut sertakan pada acara atau bisa disebut dengan pelatihan alias Achievement Motivation Training (AMT) ini tak sabar untuk melihatnya.

“Ayo, buruan ke aula. Posisi duduknya diatur sesuai universitas yang kita mau masukin loooh,” ucap salah satu dari 67 (wew) teman seangkatan saya.
Segera saya bergegas sampe-sampe saya ngga pake sepatu, malah pake sandal#abaikan.

Karena saya suka kuning, jadi saya suka Universitas Indonesia. Maka saya langsung menduduki posisi yang udah nempel kertas dengan tulisan Universitas Indonesia (hooo). Saya ingin masuk ke teknik ui. Ke ui bukan karena saya suka kuning, tapi karena saya suka biru#abaikanlagi.  Pokoknya minta Do’anya yaa :).

Degdegdeg.. mana ya Pak Nanangnya? Eng ing eng…
Sebenernya, awal-awal saya kira yang dateng pelatih timnas.. soalnya pake jaket bola. Merah-putih gitu, cakep. Hehe

Pas ngeliat profilnya mancaaapp! Ngga usah liat kemana-mana dulu, liat namanya aja udah ngga bisa mingkem. He is.. Nanang Mubarok, SHI, MM, CMLP, COEL. Woow! Subhanallah! Gelarnya kurang banyak, hehe.

Training ini untuk kami yang ingin melaksanakan UN 3 bulan kedepan plus SNMPTN nya. Meningkatkan spiritual kami dan motivasi kami yang kendur.

Di sini saya ingin menulis secara ringkas apa yang kami dapat pada training yang dilaksanakan di Aula Ad-dhuha SMAIT As-Syifa tercinta, pada hari Ahad 11 Desember 2011 selama satu hari penuh.

Let’s read!

Sebelumnya ada motto beliau yang sangat menginspirasi saya, “Keep Fighting Until the Last Minute”. Wow! Pokoknya kita harus tetep berjuang sampai titik darah penghabisan. Chayoo!

Hanya 3 rumus yang kita perlukan:

1.  Sempurnakan sebab.
Kalo ngga ada sebab, ngga bakal ada akibat. Sepakat? Kalo kamu ngga meletusin balon, balonnya ngga bakal pecah. Sebaliknya, kalo kamu meletusin balon, pasti balonnya pecah. Iya dong? Kalo kita ngga belajar,apakah akan lulus ujian? Kalo persiapan kita belum matang terhadap ujian, apakah akan lulus ujian? Maka belajarlah, persiapkan dengan matang agar kita bisa lulus ujian. Sempurnakanlah sebab.

2.  Libatkan Allah pada setiap langkah kita.
Selalu libatkan Allah. Karena Dia yang menentukan nasib kita. Nasib kita ada di tanganNya. Sehebat apapun kita, sesiapnya kita untuk ujian nanti, apa daya jika Allah berkehendak lain. Selalu sertakan Allah pada diri kita. Berdo’a. Beribadah. Melakukan kebaikan.

3.  Pantaskan diri kita untuk ditolong Allah.
Siapa elo mau ditolong? Mau banget ditolong? Mau banget? Mari kita berkaca, sudah pantaskah kita untuk ditolong oleh Allah? Sudah pantaskah? Dekatkan diri kita padaNya, sebut Dia pada do’a-do’a kita, hanya kepada Dia kita meminta pertolongan.

How do we start..
Preseption > Habits > Strength > Character > Action plan
Let’s start!

And Be the Best!!
B’ elieve in Allah
B reak your limits
E ntusiastic
S incerity
T oughness

Buat yang ngga tau artinya bisa liat kamus atau tanya ke mbah google:p

That’s all. Kurang lebihnya begitu. Kalo kurang puas sama tulisan saya, undang aja Pak Nanang. Dijamin ngga bakal rugi#promote.
Diakhir training ini, ada uji keyakinan+naluri kelakian.. hehe kita disuruh lewatin beling-beling yang buanyak. Mungkin udah sering ya? Tapi bagi saya ini yang pertama kali dan saya yang paling ngeri sama yang namanya begituan. Dan kondisipun berkata lain, saya yang harus pertama kali mencoba diantara teman-teman saya. Hmm. Bismillah. I can do it!!

EXOGEN!! KITA BISA! BUKTIKAN! ANGKATAN SATU SMAIT AS-SYIFA LULUS 1000%

at the last, Semoga tulisan ini bermanfaat:)



“Alangkah hinanya hidup kita. Pada hidup yang singkat ini, kita tidak mau melakukan yang terbaik”


Saluthfiah
11 Desember 2011

...


Tak ada duka di wajahmu
Semua sempurna tertutup olehmu
Hanya keceriaan yang terpancar
Walau hanya dusta yang tersisa
Kau tahu
Kau adalah orang pintar
Sangat pintar menutupinya
Pintar menyimpan yang ada
Aku tak bermaksud jahat
Aku hanya ingin melihat
Sampai masa itu mengikat

Saluthfiah
11 November 2011

...


Kenapa gadis itu menangis?
Muka merah
Memendam amarah
Sisa tangisnya masih membekas
Di wajahnya yang rupawan
Sekarang hanya bisa membisu
Memendam seorang diri

Saluthfiah
13 Oktober 2011

...


Tintaku habis
Tak ada yang bisa kutulis
Aku ingin
Kamu yang mengisinya untukku
Agar aku bisa kembali menulis

Saluthfiah
13 Oktober 2011