Selasa, 07 Januari 2014

Genap sudah satu tahun. Disini. Di kampus pendidikan dengan segala hiruk pikuk kehidupan. Rawamangun, Jakarta. Terhempas keramaian ibu kota. Ketika bertanya kenapa aku disini? Ketika bertanya kenapa aku berada di jurusan ini? Ya, disinilah tempat terbaik yang diberikanNya. Dengan segala ikhtiar yang dilakukan setahun silam. Aku yakin. Dan dengan perlahan, kutemukan jawabannya atas pertanyaan kenapa itu. Aku dihadiahi untuk bertemu dengan mereka semua disini. Betapa rasa sayang ini pada mereka. Berpuncak pada kasihNya. Aku mencintai mereka karena Allah.

8 september 2013. 20.32

KAU #1


Entahlah setelah sekian lama aku melakukan perjalanan bolak balik Rawamangun-Depok belum ada alternatif angkutan yang menjadikan aku nyaman dalam perjalanan. Rasa tidak puas seakan menjalar. Mungkin ada yang bisa ngasih saran? :| Apalah arti dari sebuah perjalanan, tapi ketika itu akan menjadi sebuah kerutinan rasanya kok heeem gimana yaa, sesuatu deh :3 *oke abaikan*

Lelahku hilang begitu saja ketika tiba di rumah penuh kenangan ini. Entahlah, seperti ada sebuah kenyamanan tersendiri ketika berada di rumah yang sudah ditempati belasan tahun ini. Walau para penghuninya satu persatu sudah punya kesibukannya masing-masing di berbagai daerah dan hanya berkumpul kembali pada momen-momen liburan sekolah seperti ini. Langka dan aku tak ingin melewatkannya begitu saja. Dengan sengatan sinar matahari selama perjalanan cukup membuat perjalanan Rawamangun-Depok terasa lebih lama.

beli onlen pertama kali :3
Hey, kau tahu apa yang aku dapatkan usai mengucap salam dan bergegas memasuki rumah. Di atas meja cokelat itu, kau tahu apa yang kulihat? Bungkusan cokelat berlapis plastik bening dengan stampel tanda pengiriman barang dan tertera namaku disana sebagai penerimanya. Kau tahu, ini perasaan yang sama ketika SMA dulu, saat aku memegang bungkusan cokelat yang aku terima ketika memesan buku dari seorang penulis terkenal, penulis favorit kita. Entah perasaan apa ketika mendapatkan bungkusan cokelat hasil pesanan langsung dari penulis terkenal itu. Ada rasa senang tersendiri ketika mendapatkan langsung buku itu dari sang penulisnya. Padahal aku tahu, puluhan bahkan ratusan orang juga sudah sering melakukan pemesanan itu.

Dan perasaan yang entah apa itu, kembali kurasakan siang ini. Ketika aku baru saja tiba dari kota tempat menuntut ilmu saat ini. Kota yang sejak beberapa bulan lalu menjadi tempatku berlabuh dan memulai episode kehidupan baru. Entah kota apa lagi yang kaki ini akan injakkan pada episode hidupku nanti.
Langsung kubuka bungkusan cokelat itu. Ya, bukumu sampai. Hei, jangan membuat aku menangis saat membuka halaman pertama buku dengan kalimat darimu.

u/ kawan seperjuangan Sarah Luthfiah.
Buku ini adalah kata penyapa ‘Hai’ yang akan dibalas dengan ‘Hello’ oleh Saluth. #maksudnya? I’ll be waiting ‘The Best Author’ Saluth

Sangat terharu aku membacanya :’) betapa semrawutnya dunia kepenulisanku sekarang. Kalimat sederhana yang dengan dahsyatnya menamparku.

Tiba-tiba saja pikiranku memutar masa lalu pada saat kampus peradaban menjadi tempat yang masih ditemui kala membuka mata. Bermula dari celoteh dan satu mimpi kita yang sama, yang pada saat itu bahkan aku hampir tidak yakin dengan terwujudnya mimpi itu. Dengan rangkaian rencana yang terus kita susun untuk tercapainya mimpi itu. Diselingi dengan tawa dan ucapan yang sering aku lontarkan, “ Tapi tidak mungkinlah kita bisa mengundang dia kesini. Seperti mimpi sajalah jika kita bisa membuat dia datang kesini.” Ucapan yang sering kali kau sanggah dan terus yakin dengan mimpi kita. Ya, mimpi kita. Menghadirkan penulis terkenal itu. RencanaNya memang indah. Terhitung bulan dan kita bisa mewujudkannya dengan scenario-skenario dariNya. Kau tentu masih ingat bagaimana awal aku menghubunginya lewat massage di facebook dengan hanya keisengan awal untuk meminta motivasi dan tips untuk menulis, sampai pada akhirnya dia menyetujui permintaanku untuk bisa mengisi acara kita. Antara percaya dan tidak. Antara sikap lebayku dalam menghadapi situasi ini. Mungkin beginilah perasaan seseorang yang bisa berhubungan dengan sosok idolanya yang sangat sangat sangat diidolakan (oke, ini lebay -_-)

Haha aku tersenyum mengingatnya. Ketika H-1 acara dan kita harus menelpon untuk memastikan terkait penjemputan penulis itu. Ketika sangat groginya saat aku menelpon bahkan susunan kata yang aku lontarkan nampak tak jelas (haha :3). Ketika H-menit dan mobil jemputan itu belum tiba, dagdigdug hatiku itu rasanya karuan tidak terkira menanti. Sampai pada akhirnya dikabarkan sudah tiba dan sedang berada di kantor untuk istirahat dan makan siang, dan dengan tak sabarnya kita untuk menemuinya. Ketika kau masuk ke ruangan lebih dulu untuk menemuinya sedangkan seperti ada magnet padaku sehingga aku seperti tidak bisa ikut masuk, haha aku sangat grogi saat itu. Ketika yang sangat penting terlupakan yaitu membeli amplop untuk menaruh fee dan itu teringat di detik-detik ketika penulis itu sudah ingin pulang dan menaiki mobil. Kau tentu masih ingat betapa paniknya saat itu ketika menemaniku membeli amplop itu di syifamart. Sebut saja Bang Tere, yang telah menyihir kita dan menjadi jalan pemersatu mimpi kita.

Kepingan cerita yang selalu membuatku tersenyum sendiri dan yang selalu mengingatkanku pada sebuah keyakinan mimpi.

Senja di Surakarta.
ini sapaan 'Hai'


Buku yang menghadiri jiwa penulisnya pada setiap kata-kata. Tulisan yang selalu kubayangkan si penulisnya dengan kertas dan pulpen selalu dipegangnya.
Kau tahu, buku itu aku baca lepas sholat ashar dan dengan khusu membacanya tuntas sebelum senja menjemput. Handphone yang terus bergetar aku hiraukan. Bahkan aku hampir lupa menyalakan lampu yang sudah sangat redup dan memang harus dinyalakan sore hari.
Terima kasih. Doanya agar aku bisa segera membalas sapaanmu dengan ‘Hello’. Entah kapan. Semoga sebelum kau menyapa dengan sapaan yang lain. :’))
Nb: kata ganti ‘kau’ disini berlaku untuk banyak orang. Banyak ‘kau’ yang terlibat. Apakah kau menjadi salah satu ‘kau’ pada tulisan ini? ;)

Setelah sekian lama vakum menulis
Dan langsung membuka folder tulisan dan melanjutkannya :)


29 Desember 2012, 21.56

Minggu, 08 September 2013

Perasaan lega 
Lelah dengan keceriaan
Maka tangis ini tak pernah henti
Aku disini dengan seluruh amarah
Aku bersama dengan seluruh puing kepercayaan
Pantaskah
Lantas tak adakah rasa syukur
Layakkah
Maka kau kosongkan percaya diri

Lantangkan suaramu
Eratkan kasih yang tak terhingga
Karena Dia selalu bersama

Titipan ini tidak untuk diratapi
Semua ada ketika kau rasa

Rawamangun,
Ahad, 8 September 2013

dengan gejolak hati yang teredam. dan ucaplah istghfar.

Senin, 26 Desember 2011

Satu Hari Bersama Bapak Nanang Mubarok


Subhanallah.. semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat bermanfaat untuk kami:)

Semua penasaran, siapa Nanang Mubarok? Siapakah dia? Saya dan teman-teman yang diikut sertakan pada acara atau bisa disebut dengan pelatihan alias Achievement Motivation Training (AMT) ini tak sabar untuk melihatnya.

“Ayo, buruan ke aula. Posisi duduknya diatur sesuai universitas yang kita mau masukin loooh,” ucap salah satu dari 67 (wew) teman seangkatan saya.
Segera saya bergegas sampe-sampe saya ngga pake sepatu, malah pake sandal#abaikan.

Karena saya suka kuning, jadi saya suka Universitas Indonesia. Maka saya langsung menduduki posisi yang udah nempel kertas dengan tulisan Universitas Indonesia (hooo). Saya ingin masuk ke teknik ui. Ke ui bukan karena saya suka kuning, tapi karena saya suka biru#abaikanlagi.  Pokoknya minta Do’anya yaa :).

Degdegdeg.. mana ya Pak Nanangnya? Eng ing eng…
Sebenernya, awal-awal saya kira yang dateng pelatih timnas.. soalnya pake jaket bola. Merah-putih gitu, cakep. Hehe

Pas ngeliat profilnya mancaaapp! Ngga usah liat kemana-mana dulu, liat namanya aja udah ngga bisa mingkem. He is.. Nanang Mubarok, SHI, MM, CMLP, COEL. Woow! Subhanallah! Gelarnya kurang banyak, hehe.

Training ini untuk kami yang ingin melaksanakan UN 3 bulan kedepan plus SNMPTN nya. Meningkatkan spiritual kami dan motivasi kami yang kendur.

Di sini saya ingin menulis secara ringkas apa yang kami dapat pada training yang dilaksanakan di Aula Ad-dhuha SMAIT As-Syifa tercinta, pada hari Ahad 11 Desember 2011 selama satu hari penuh.

Let’s read!

Sebelumnya ada motto beliau yang sangat menginspirasi saya, “Keep Fighting Until the Last Minute”. Wow! Pokoknya kita harus tetep berjuang sampai titik darah penghabisan. Chayoo!

Hanya 3 rumus yang kita perlukan:

1.  Sempurnakan sebab.
Kalo ngga ada sebab, ngga bakal ada akibat. Sepakat? Kalo kamu ngga meletusin balon, balonnya ngga bakal pecah. Sebaliknya, kalo kamu meletusin balon, pasti balonnya pecah. Iya dong? Kalo kita ngga belajar,apakah akan lulus ujian? Kalo persiapan kita belum matang terhadap ujian, apakah akan lulus ujian? Maka belajarlah, persiapkan dengan matang agar kita bisa lulus ujian. Sempurnakanlah sebab.

2.  Libatkan Allah pada setiap langkah kita.
Selalu libatkan Allah. Karena Dia yang menentukan nasib kita. Nasib kita ada di tanganNya. Sehebat apapun kita, sesiapnya kita untuk ujian nanti, apa daya jika Allah berkehendak lain. Selalu sertakan Allah pada diri kita. Berdo’a. Beribadah. Melakukan kebaikan.

3.  Pantaskan diri kita untuk ditolong Allah.
Siapa elo mau ditolong? Mau banget ditolong? Mau banget? Mari kita berkaca, sudah pantaskah kita untuk ditolong oleh Allah? Sudah pantaskah? Dekatkan diri kita padaNya, sebut Dia pada do’a-do’a kita, hanya kepada Dia kita meminta pertolongan.

How do we start..
Preseption > Habits > Strength > Character > Action plan
Let’s start!

And Be the Best!!
B’ elieve in Allah
B reak your limits
E ntusiastic
S incerity
T oughness

Buat yang ngga tau artinya bisa liat kamus atau tanya ke mbah google:p

That’s all. Kurang lebihnya begitu. Kalo kurang puas sama tulisan saya, undang aja Pak Nanang. Dijamin ngga bakal rugi#promote.
Diakhir training ini, ada uji keyakinan+naluri kelakian.. hehe kita disuruh lewatin beling-beling yang buanyak. Mungkin udah sering ya? Tapi bagi saya ini yang pertama kali dan saya yang paling ngeri sama yang namanya begituan. Dan kondisipun berkata lain, saya yang harus pertama kali mencoba diantara teman-teman saya. Hmm. Bismillah. I can do it!!

EXOGEN!! KITA BISA! BUKTIKAN! ANGKATAN SATU SMAIT AS-SYIFA LULUS 1000%

at the last, Semoga tulisan ini bermanfaat:)



“Alangkah hinanya hidup kita. Pada hidup yang singkat ini, kita tidak mau melakukan yang terbaik”


Saluthfiah
11 Desember 2011

...


Tak ada duka di wajahmu
Semua sempurna tertutup olehmu
Hanya keceriaan yang terpancar
Walau hanya dusta yang tersisa
Kau tahu
Kau adalah orang pintar
Sangat pintar menutupinya
Pintar menyimpan yang ada
Aku tak bermaksud jahat
Aku hanya ingin melihat
Sampai masa itu mengikat

Saluthfiah
11 November 2011

...


Kenapa gadis itu menangis?
Muka merah
Memendam amarah
Sisa tangisnya masih membekas
Di wajahnya yang rupawan
Sekarang hanya bisa membisu
Memendam seorang diri

Saluthfiah
13 Oktober 2011