Senin, 07 April 2014

Subang #2


"Kamu balik kapan?"
"Senin bii"
"Padahal selasa ajaa, bareng abi umi ke depoknya"
"Selasa sorenya ada uts bii"
"Ohh yaudah deh, kirain bisaa"


"Kamu balik selasa rah? Bareng"
"Senin mii, ada uts hari selasa"
"Ogitu"
"Eh, bisa deh. Matkulnya kan dibagi 2. Berarti bisa jumat utsnya. Dosennya woles kok"
"Yaudah selasa bareng ke depoknya"
*seneng*

*berpikir* *berpikir* *berpikir*

"Aku baliknya senin deh"
"Lah kenapa?"
"Gakpapa"
"Selasa aja, kan biar bareng gampang"
"Loh bukannya sarah selasa ada uts?"
"Utsnya bisa hari jumatnya"
"Oh yaudah, itu mah selasa aja baliknya"
"Tapi.."
"Kenapa? 'dipanggil' ya?"
*nyengir*
"Yaudah, izin, bilang kakaknya. Lagi pulang. Sama orang tua. Kapan lagi"
"Bukan kakak, temen aku..." *gakbisaberkata*
"Iya rah, selasa baliknya ya"
"..."

Maka aku akan selalu ada untuk mereka. Jangan sampai, mereka merasa 'kehilangan'. Mereka sudah sangat banyak memberikan kelonggaran. Memaklumi anaknya yang mondarmandir sanasini.
Ketika sabtu minggu luang, aku pakai untuk ke subang. Ketika mereka berkunjung ke depok, aku paksakan untuk bisa membersamainya.
Maka, akhirnya ada beberapa yang harus kutinggal. Mungkin banyak. Semoga Allah memaafkan..
Bahkan mereka tak pernah marah. Tak pernah melarang keras ini itu. Seringkali nasehat mereka tak kujalankan.
"Istirahat rah, izin dulu agendanya"
Seringkali pula aku tak mengabarkan kondisi tubuhku. Ketika kaki ini masih bisa menapak, aku bisa. 

Ya Allah, ampuni..
Ya Allah, jadikanlah aku anak yang berbakti
Ya Allah, jadikanlah aku amanah


Subang, 8 April 2014
9:12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar